Dhaploen a.k.a GO-Blog

Sebuah Celoteh Anak Bangsa..

Arsip untuk ‘lain-lain’ Kategori

Open House Rumah yg Baru..

Posted by dhaploen pada Juli 18, 2010

Selanjutnya bagi kawan-kawan yang ingin sekedar sharing atau berbagi ilmu dan pengalaman dengan saya bisa melalui wes site saya yang baru:

DianBudiSantoso.Net

trimakasih^^

Ditulis dalam lain-lain | 2 Komentar »

Kabar Baik bagi lulusan D3 UGM yang cumloude

Posted by dhaploen pada September 13, 2009

Beberapa hari belakangan beredar kabar bahwa lulusan D3 UGM yang cumloude bisa melnjutkan ke S1 Reguler di UGM juga. Wouw..!! sontak saya juga terkejut mendengarnya,, tapi biasa aja sih.. soalnya saya juga tidak berniat melanjutkan S1  saya di UGM. Soalnya prodi Rekam Medis kan prodi hibrid alias campuran macem-macem disiplin ilmu, kalupun mau ngelanjutin di Ilmu Komputer juga paling tidak saya harus kuliah 3 tahun lagi karena banyaknya matkul yang harus saya ambil untuk matrikulasi.. beuh.. males banget ane..

Tapi lain halnya dengan temen2 KOMSI, sontak ada beberapa anak yang heboh dan langsung mencari info lebih lanjut tentang kabar ini. Setelah dikonfirmasi ke sekretariat prodi dan ke beberapa dosen ternyata kabar tersebut benar adanya. Katanya SK Rektor sudah turun kalau lulusan D3 yang cumloude bisa melanjutkan studinya di S1 reguler juga di UGM. Yah.. kontan teman saya yang niat lulus 2,5 tahun langsung merubah rencana hidupnya menjadi lulus 3 tahun! karena ingin memperbaiki nilainya biar bisa cumloude trus bisa lanjut ke S1-nya.

Tapi saya kok agak ragu ya tentang kebenaran berita ini.. coz ga ada publikasi c tentang turunnya SK Rektor ini, dicari di web UGM juga ga ada,, yah.. saya cuma bisa berharap mudah-mudahan hal ini benar-benar direalisasikan agar temen-temen D3 yang pinter-pinter bisa melanjutkan studinya ke S1 Reguler dan tetap beralmamater UGM!! cip.. semangat teman-teman!!

Ditulis dalam lain-lain | 19 Komentar »

Fatwa MUI: Golput Haram!?

Posted by dhaploen pada Januari 27, 2009

Lama gak nonton TV, tadi pagi aku nyempetin diri untuk sekedar nonton berita sport. Seperti biasa yang pertama aku lihat adalah newsticker, berita berjalan yang dalam pemrograan web biasa dibuat dengan tag marquee(he..he.. mentang-mentang programmer gadungan). Tadinya cuman pengin melihat hasil pertandingan sepakbola liga-liga dunia khususnya Serie-A(alhamdulillah, Intermilan menang lawan Sampdoria), tiba-tiba aku tersentak membaca sebuah newsticker berbunyi “Fatwa MUI: Golput Haram!!”.

Wah, aku gak percaya.. langsung aja aku browsing lewat HP buat nyari tahu kebenaran berita ini. Ternyata berita itu benar adanya. Dasar dikeluarkannya fatwa itu adalah Q.S. An-Nisaa’ (59) yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Alloh dan RosulNya, dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Alloh(Al-Qur’an) dan Rosul(sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama(bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah apakah kita tetap wajib memilih seorang pemimpin atau wakil rakyat padahal kita tidak kenal atau bahkan tidak tahu sama sekali tentang calon-calon pemimpin kita. Apakah kita tetap harus memilih salah satu partai yang menurut hati nurani kita tidak sesuai dengan kriteria ideal yang kita harapkan. Mungkin kata “Golput”juga masih bisa dipertanyakan maknanya dalam hal ini, apakah yang dimaksud “Golput” adalah tidak menggunakan hak pilih atau menggunakan hak pilih tapi sekedar formalitas belaka seperti yang biasa aku lakukan entah pada pemilu, pilkada, pilkades, pilkaret, pemira.. biasanya aku dateng ke TPS tapi kertas suaranya tak coblos beberapa kali(tau maksudnya kan?) trus langsung tak masukin kotak suara hagh..hagh..hagh.. luweh! sing penting nyoblos..

Yah bagaimanapun tokoh dan ulama-ulama di MUI tentu telah melalui proses yang cukup panjang dan matang. Fenomena “Golput” memang sudah mewabah, semoga dengan adanya fatwa ini tingkat partisipasi rakyat dalam memilih pemimpinnya meningkat, walaupun aku sebenernya juga masih bingung dengan hubungan antara “Golput” dan Q.S. An Nisaa’(59) di atas. Kalau hubungan yang dimaksud disini adalah mentaati ulil amri atau pemimpin berarti kita semua harus memilih SBY kembali karena saat ini dialah pemimpin kita(he..he.. cuma perumpamaan, aku bukan kader Partai Demokrat koq: red).

Ditulis dalam lain-lain | 5 Komentar »

Lagi-lagi kontroversi sekolah Vokasi

Posted by dhaploen pada Januari 21, 2009

Melihat banyaknya hit pada tulisanku terdahulu tentang Sekolah Vokasi(sampe sempet dapet rating nomor wahid di Google) aku jadi heran dan tersadar kembali.. ternyata masih banyak kalangan yang resah dengan turunnya SK pendirian Sekolah Vokasi terutama tentu saja mahasiswa program diploma UGM.

Sampe ada yang mau demo turun ke jalan, keluar dari prodinya, iktu spmb lagi tahun depan.. pokoknya banyak banget rekasi-reaksi dari kalangan mahsiswa. Kalo aku c sebenarnya dah cuek dengan yang namanya “Sekolah Vokasi” apalagi setelah sosialisasi dan dialog tentang sekolah vokasi yang diadain basecamp rekmed kamaren.

Sebenernya apalah artinya sebuah nama, yang penting kita bisa mendapat pendidikan yang baik dan mampu menempatkan diri kita sebagaimana mestinya yaitu sebagai “mahasiswa”. Terutama untuk Anda yang mahasiswa program diploma, lebih baik menyiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja daripada memikirkan dan menaggapi kebijakan rektor yang memang kadang-kadang “nyleneh dan aneh-aneh aja”.

Mungkin yang saat ini masih hangat dibicarakan dan menjadi kontroversi adalah konsep “sekolah terminal” yang akan diterapkan pada Sekolah Vokasi, beberapa komentar yang masuk dan terekam dalam blog ini diantaranya:

“Apa itu sekolah vokasi….? Trus yang saya bingung, apa maksud dari sekolah terminal…? emangnya mahasiswa kayak bus kota yang suka mangkal di terminal. Setiap orang berhak menlanjutkan sekolah setinggi mungkin, tapi sekolah vokasi malah gak karuan…membatasi orang untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.”(Sutanta)

“awalnya saya tidak keberatan dengan adanya vokasi, toh menurut saya dengan adanya vokasi, brarti mahasiswa/i yg masuk ugm, semata2 tidak hanya mencari logo UGM untuk mendapatkan pkrjaan krna menurut saya indonesia sulit berkembang apa bila mahasiswa/i msh berpikir sperti itu, apalagi di tambah komentar dari rektor bhwa dngan adanya sekolah vokasi akan membangun perekonomian indonesia, tapi sekarang saya sbg mahasiswa D3 keberatan apabila ada peraturan TERMINAL dalam sekolah vokasi, krna dngan adanya peraturan sperti itu sma sja membatasi seseorang untuk menjadi orang yang unggul bukankah Allah mencintai orang2 yang unggul, dan membatasi seseorang untuk mencari ilmu setinggi-tingginya.”(Ahmad baihaqi DTS).

“Kenapa Ugm harus mendirikan sekolah vokasi…? Apa Ugm malu mempunyai program diploma…? Entahlah, apa yang ada di pikiran para petinggi Ugm sampai tercetus ide untuk mendirikan sekolah vokasi. Apakah memang ini yang terbaik untuk mahasiswa diploma,..? Tapi dari uraian yang saya baca dari situs resmi Ugm, banyak hal2 yang ternyata tidak saya setujui. yang paling jelas adalah status sekolah vokasi sebagai sekolah terminal. Uraian singkat tentang sekolah terminal adalah sebagai berikut; “ketika mahasiswa memutuskan untuk mengambil salah satu program ( D1, D2, D3, dll) kalau sudah lulus ya sudah selesai, gak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi….

Kalau memang program diploma akan diubah menjadi sekolah vokasi,tolong untuk bisa disosialisasikan lebih lanjut….

Trus bagaimana nasib kita setelah lulus nanti….?”(Omar Rohadi DTS 2008).

Nah, mungkin yang saat ini perlu dilakukan pihak rektorat adalah mensosialisasikan kembali tentang konsep sekolah terminal tersebut. Jangan sampai isu berkembang terlalu jauh,, bisa-bisa belom berdiri dah dirobohin tu sekolah vokasi gara-gara kurang sosialisasi dan banyaknya kontroversi. He.. he.. Pizz..!!

Ditulis dalam lain-lain | 18 Komentar »

Kisah punggawa Omah TI di pantai antah berantah..

Posted by dhaploen pada Desember 16, 2008

Sesuai dengan ide Sang Project Manager(Mizan: red), Hari Munggu(14/12) seluruh punggawa Omah TI berkumpul di cluster MIPA Utara untuk sarapan bersama dan persiapan keberangkatan ke pantai yang katanya belum terjamah. Sekitar jam 8.30 waktu setempat kami pun berangakat dengan dipimpin Mizan dan Anung(Kadiv. P&K HIMAKOM: red) sebagai penunjuk jalan. Di belakang bertugas sebagai tim penyisir adalah Satriyo(Kadiv. Riset: red) dan Rahmat(Kadiv. Web) yang diyakini memiliki skill sebagai rider yang cukup handal.

Perjalanan diawali dengan cuaca yang agak mendung. Benar saja, belum masuk jalan Wonosari kami sudah kehujanan, walhasil kami semua berhenti untuk mengenakan jas hujan. Perjalanan pun dilanjutkan kembali, semua berjalan lancar meski kadang agak terhambat karena ada yang teringgal di belakang hingga kami pun saling menanti. Perjalanan dilalui dengan jalanan yang berkelok-kelok tajam, ada yang menanjak ada juga yang menukik, pokoknya kami semua melewati rute yang cukup ekstrim. Hingga akhirnya kami semua sampai di sebuah jalan setapak yang katanya merupakan satu-satunya jalan menuju pantai yang dibicarakan. Kami pun melalui jalan tersebut, dan ini merupakan rute tersulit yang harus kami lalui sepanjang perjalanan hingga akhirnya jalan setapak tersebut mamakan korban, ya.. Agasi dan Arifan yang diboncengnya terjungkal dan terjatuh dari sepeda motor yang mereka tumpangi, untung saja mereka hanya mengalami cedera ringan dan semua terobati setelah kami sampai di bibir pantai. Wouw, sebuah pemandangan yang belum pernah kami temui, sebuah pantai berpasir putih yang dikelilingi tebing di sana-sini.

dsc00017

Sebelum memulai ritual mandi di laut, kami semua memutuskan untuk sholat dzuhur berjama’ah dulu. Sekitar 50 meter dari bibir pantai terdapat sebuah mata air tawar dan kami semua mengambil air wudlu di situ, sekali lagi kami berdecak kagum, benar-benar mengesankan. Seusai sholat kami memulai ritual dan langsung menuju ke pantai, bermain di atas pasir putih dan air laut yang benar-benar bersih. Ada yang mandi, berenang, bermain ombak, mencari kerang dan ada juga yang berburu berbagai bota laut yang jarang ditemui di pantai kebanyakan. Di sana kami bisa menemui bintang laut, bintang ular, kerang, siput laut, bulu babi dan banyak lagi.. apalagi menjelang sore air laut surut dan… wouw!! sebuah pemandangan yang membuat kami semakin berdecak kagum, dasar laut terlihat dengan karang-karang dan rumput lautnya, saat itu kami lebih mudah menjumpai biota-biota laut di sela-sela bebatuan karang.

Belum puas bermain, ketua rombongan memberi aba-aba kami harus pulang. Yah.. apa boleh buat, waktu sudah menunjukkan pukul 2 siang. Semua pun bersiap-siap untuk pulang, tiba-tiba Satriyo terlihat bingung, ternyata kunci motornya ketlingsut alias hilang!! wah.. gawat.. bisa-bisa dia dijadikan abdi dalem Ratu kidul karena tidak bisa pulang. Kami semua pun jadi ikut bingung, kami semua juga mencurahkan segenap tenaga yang tersisa untuk mencari, di kala kami semua sudah hampir putus asa tiba-tiba keheningan kami terpecah oleh suara Marinta(Kadiv. Admin: red).. ternyata ia menemukan kunci motor Satriyo di sekitar tempat parkir. Untunglah, akhirnya Satriyo dan Rahmat bisa pulang, coba kalau Satriyo membuat sayembara: “barang siapa yang menemukan kunci motor saya, kalu laki-laki akan saya jadiikan saudara dan kalu perempuan akan saya jadikan..??” halah..! yang penting semua jadi tenang dan akhirnya kami semua bisa pulang meski mundur dari jadwal semula menjadi jam setengah empat.

Ternyata penderitaan Satriyo tidak sampai di situ, ia dan Rahmat terjatuh dari sepeda motor saat melalui jalan setapak, sama seperti nasib yang dialami Agasi dan Arifan. Untung tidak ada cedera serius, hanya saja tuas rem depan patah sehingga ia tidak bisa memakai rem cakramnya. Sepertinya setelah ini tidak ada masalah lagi, ternyata.. hanya beberapa meter keluar dari jalan setapak, ban belakang motor Riza bocor!! gawat!! padahal kami berada di area antah berantah dan entah dimana ada tempat tambal ban. Akhirnya rombongan dibagi 2, rombongan pertama berangkat duluan untuk sholat ashar dan menunggu rombongan lain yang bertugas menemani Riza mencari tempat tambal ban. Setelah berjalan beberapa ratus meter akhirnya kami sampai di sebuah desa yang orang-orangnya benar-benar ramah. Di saat ban motor Riza sedang ditambal, kami semua dipersilahkan istirahat di salah satu rumah penduduk setempat untuk sholat dan menikmati hidangan seadanya..
hmm.. sirup jeruk dan bakwan kacang yang masih hangat menanti kami. Benar-benar penduduk desa yang ramah dan baik hati.

Setelah ban motor Riza selesai ditambal, kami pun berpamitan pada tuan rumah dan langsung melanjutkan perjalanan. Setelah kejadian tersebut perjalanan pulang berjalan lancar-lancar saja. Akhirnya kami sampai di Jogja jam 8.30 malam, jauh dari jadwal yang seharusnya. Tapi tidak apa-apa, justru dengan ini rasa kebersamaan kami semakin terbangun, benar-benar perjalanan yang mengesankan.. demikianlah cerita perjalanan para punggawa Omah TI di pantai antah berantah. Sekian..
.

Ditulis dalam lain-lain | 6 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.